VIVAnews - Prospek pembangunan properti perumahan di
"Peluang properti sangat besar dilihat dari segi lahan yang sudah terbangun dibandingkan negara ASEAN seperti Malaysia dan Thailand," kata Sopon Pornchockchai, presiden Thai Appraisal Foundation pada Seminar Pasar Perumahan di Indonesia di Hotel Sultan Jakarta, Kamis, 19 Februari 2009.
Menurut Pornchockchai, luasan pembangunan lahan di
"GDP (pertumbuhan domestik bruto) tumbuh 5,9 persen per tahun dan jumlah penduduk di bawah angka kemiskinan 18 persen," ujarnya.
Dia menuturkan, selama survei sejak akhir November 2008 hingga awal Februari 2009 memperlihatkan kondisi perumahan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang mengalami pertumbuhan perumahan sangat cepat.
Survei tersebut memperlihatkan, sebanyak 219 proyek perumahan tersedia selama masa survei. Jumlah total perumahan mencapai 52.184 unit perumahan dengan nilai total Rp 41,12 triliun atau US$3,7 miliar. Dan dari hasil survei diketahui harga rata-rata per unit Rp 788 juta.
Sebanyak 64 persen dari total unit sudah terjual, atau sekitar 18.606 unit masih tersedia di pasar. Sementara itu, penjualan rata-rata penjualan mencapai 6 persen atau 2.145 unit perbulan. "Suplai saat ini mencapai 18.606 unit akan terserap pasar dalam waktu enam bulan," katanya.
Namun yang perlu diperhatikan, kata Pornchockchai, dari 912 proyek tersebut baru 20 persen yang selesai dibangun. Sisanyanya, sekitar 80 persen unit masih dalam pembangunan yang diperkirakan selesai 2009.
"Di sini ada resiko bagi pembeli apakah unit akan diselesaikan atau tidak," katanya. Solusinya, menurut dia, harus ada kontrak yang fair untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Hasil survei itu menunjukkan di antara daerah yang disurvei,
Sebab, selama survei area central
Adapun kinerja proyek perumahan 2008, terdapat 84 proyek baru diresmikan dengan total 16,737 unit senilai Rp 11,57 triliun atau US$1,052 miliar. Harga rata-rata yang ditawarkan Rp 692 juta.
• VIVAnews










0 comments
Post a Comment