Terjadinya krisis global memang mempengaruhi berbagai sektor, tidak terkecuali dengan bahan bangunan dalam merenovasi property-nya, khususnya bahan bangunan impor. Sementara itu, problem di atas tidak dapat diabaikan terlebih dengan tingkat hujan yang tinggi akhir-akhir ini. Karena jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin melebar, ujung-ujungnya biaya untuk merenovasi rumah pun akan semakin besar.


Menilik Benefit
Memilih komposisi bahan bangunan yang berkualitas dan tepat guna, jelas menjadi pilihan utama. Namun yang patut dicermati adalah tidak terpaku hanya pada tingginya harga bahan bangunan, melainkan juga melihat added value yang diberikan di balik harga yang terlihat tinggi itu.

Seiring teknologi yang semakin maju, bahan untuk merenovasi rumah saat ini sengaja diproses untuk memenuhi kebutuhan setiap pengguna. Semakin praktis, mudah, lebih tahan lama, dan dibuat dengan berlandaskan konsep lebih ramah lingkungan.

Misalnya atap baja ringan yang kini banyak digunakan untuk menggantikan kayu sebagai struktur atap. Bahan properti ini lebih tahan terhadap terpaan cuaca, anti rayap, sehingga lebih tahan lama. Atap baja ringan ini pun memiliki diversifikasi produk dengan tingkat ketahanan karat yang berbeda sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan tempat tinggal.

Di samping itu, ada pula semen instan yang kini menjadi salah satu alternatif bahan dasar struktur bangunan. Bersifat siap pakai clan proses pengerjaan pun terasa lebih praktis. Semen instan ini menjadi solusi akan komposisi bahan adukan semen yang kerap kali tidak rata sehingga menimbulkan permasalahan seperti retak rambut di dinding atau lantai keramik yang tiba-tiba menggelembung (pop up).

Patut diketahui, dalam merenovasi properti penentu kualitas bahan adukan semen dan pasir adalah hal yang sangat menentukan. Hal inilah yang sulit dipantau dalam pengerjaan adukan semen konvensional. Selain komposisi bahan untuk merenovasi rumah yang tidak tepat, pasir bisa saja mengandung bahan organik yang menurunkan kualitasnya, belum lagi banyaknya semen yang terbuang saat ditumpuk atau saat proses pengerjaan. Sementara pada semen instan, komposisi bahannya telah ditakar secara tepat yang terdiri dari bahan dasar semen, pasir silika, filler, clan aditif yang dicampur secara homogen.

Apabila adukan semen tepat, maka daya sebarnya lebih baik, daya rekat lebih tinggi, dan mempercepat waktu pengerjaan. Oleh karena itu, penggunaannya pun bisa lebih efisien, tidak perlu menggunakan adukan semen terlalu banyak dibandingkan dengan penggunaan adukan konvensional dan dengan daya sebar yang lebih pasti maka biaya untuk merenovasi properti / renovasi rumah bisa lebih terukur.

Anton Ginting, GM Marketing Mortar Utama juga menjelaskan, apabila dihitung per meter persegi biayanya tidak beda jauh dengan sistem konvensional. Hasil aciannya juga membuat permukaan lebih halus, sehingga bisa lebih menghemat pemakaian cat.

Jika bangunan berkualitas, maka akan bertahan lebih lama sehingga tidak perlu memperbaiki rumah / merenovasi rumah dalam waktu singkat. Nilai-nilai seperti inilah yang kerap luput dari perhatian, sehingga kadang konsumen lebih memilih menurunkan kualitas komposisi bahan bangunan.

Masih banyak lagi jenis-jenis bahan untuk merenovasi rumah lainnya yang bisa dipilih dengan formulasi tepat guna, praktis, dan. berkualitas. Mengetahui tren terkini dalam dunia bahan bangunan kini pun tak lagi sulit, mengingat banyaknya informasi yang tersedia lewat beragam media. Salah satunya lewat pameran bahan bangunan properti yang rutin dilakukan setiap tahunnya.

Dalam waktu dekat, pameran bahan bangunan berskala besar pun akan kembali dihadirkan. Yaitu pada tanggal 20-22 Maret 2009, di Assembly Hall-Jakarta Convention Center, bertajuk Renovation & Construction Expo.

Tjoa Dwi Yuanita, Project Manager PT Panorama Convex Indah, menuturkan bahwa walau krisis global menerpa, tidak berpengaruh besar terhadap kebutuhan masyarakat untuk merenovasi properti-nya atau membangun bangunan baru. Hujan yang berkepanjangan juga mendesak masyarakat untuk melakukan renovasi rumah-nya dan pemeliharaan yang telaten untuk keberlangsungan umur bangunan.

Itu sebabnya dalam pameran yang diikuti 120 perusahaan dari berbagai industri bahan bangunan ini akan menghadirkan beragam inovasi bahan properti yang bisa disesuaikan dengan setiap kebutuhan.

Jika tidak berminat melakukan renovasi properti secara besar-besaran, mengubah tampilan rumah dengan mengganti furnitur pun bisa dijadikan pilihan. Memanfaatkan pameran semacam ini juga bisa menjadi cara untuk mencari tren furnitur terbaru karena pameran Renovation & Construction Expo itu juga mencakup dunia interior desain, lantai kayu, dan furnitur kantor.

Dengan demikian, mencari berbagai kebutuhan mulai dari jenis bahan bangunan rumah hingga pengisi rumah pun bisa dilakukan dengan praktis dan mudah, bisa dilakukan di satu tempat. Berbagai informasi dan tren terkini bisa ditemui lewat talkshow, konsultasi rumah yang disediakan, ataupun stan-stan yang ada.

Sumber: Kompas Cetak


Artikel Lainnya :

Pertumbuhan Investasi Properti

Pilih Lokasi Rumah Dulu, Baru Cari Rumahnya

Untung Ada Asuransi Properti

Unsur Penunjang Fengshui Rumah

Peluang Usaha dan Bisnis Properti Tanpa Modal

Beli Inden Melalui KPR Properti

Related Posts by Categories



0 comments

Ads