Untuk menekuni suatu peluang usaha dari bisnis properti atau yang biasa kita kenal dengan sebutan bisnis real estate merupakan satu pilihan yang menarik untuk dapat dilakukan. Selain tidak begitu membutuhkan modal yang besar, juga dapat dilakukan dengan mudah, waktu yang lebih flesibel, dan juga tidak memerlukan lahan / tempat yang luas. Namun yang menarik adalah kita mendapatkan suatu komisi yang cukup besar dengan target orang-orang yang ingin menjual rumah atau menjual properti mereka dan mempertemukan orang yang ingin mencari / membeli rumah atau membeli properti.

Hal-hal Yang Dibutuhkan

Untuk memulai suatu bisnis properti tidaklah begitu membutuhkan banyak hal atau tidaklah serumit apa yang kita bayangkan sebelumnya. Hal yang dibutuhkan hanyalah antusias kita melakukannya dan kemauan belajar untuk bernegosiasi misalnya. Dengan kesabaran dan ketekunan, niscaya lambat laun kita dapat menguasai dan mempunyai keahliah di bidang bisnis properti.

Hal yang pertama, sumber untuk menemukan / mendapatkan suatu properti dapat diperoleh misalnya :

  1. Melalui iklan baris, terutama iklan properti.
  2. Dengan memasang iklan properti (misalnya kita katakan bahwa kita adalah investor properti dengan dana tak terbatas)
  3. Melalaui agen properti (misalnya kita dapat meminta bantuan kepada agen untuk memberitahu kepada kita seandainya ada properti / rumah yang ingin dijual dengan harga kisaran dibawah harga pasar, terdesak untuk dijual, dan ada selisih keuntungan dengan harga pasar sekitar minimal 10% misalnya).
  4. Dalam bisnis property dapat melakukan survei langsung ke wilayah tertentu yang potensial (sedang berkembang).
  5. Menanyakan kepada teman atau kenalan kita (yang merupakan partner bisnis properti kita).
  6. Melalui bank KPR tertentu terutama yang memberikan fasilitas kepemilikan rumah (KPR).
  7. Melalui pengadilan atau badan lelang properti.
  8. Melalui forum properti atau klub investasi.
  9. Melalui para profesional (misalnya notaris, badan pertanahan, pengacara, petugas pajak).

Hal yang kedua, yang dapat kita lakukan adalah mencari iklan di surat kabar atau majalah yang membahas tentang iklan properti atau juga dapat dengan cara mendatangi kantor agen real estate yang saat ini sudah ada banyak jasa agen seperti Ray White, Century 21, dan lain sebagainya.

Dalam bisnis properti, kita perlu memperhatikan properti yang ingin dijual, tentunya dengan kreteria sebagai berikut:

  1. Properti dijual senilai NJOP (biasanya lebih rendah dari harga jual)
  2. Properti dijual segera / dengan cepat
  3. Penjual properti membutuhkan dana kas / uang cepat
  4. Properti akan dilelang
  5. Properti telah usang / tidak terawat (seringkali harganya murah)

Merupakan keuntungan yang kita peroleh dari bisnis properti dengan kondisi seperti di atas, akan memungkinkan kita untuk melakukan negosiasi yang lebih mudah dengan si pemilk properti. Strategi selanjutanya adalah bila kita telah bertemu dengan pemilk properti tersebut maka kita dapat melakukan penawaran dengan harga yang lebih “mahal” dari yang diminta. Kedengarannya aneh bukan ? Memang dan memang disengaja, mengapa? Karena dengan “menaikkan” harga dari yang diminta si penjual properti maka kita dapat “meminta” sesuatu dari si pemilik properti. Dalam bisnis properti ini kita dapat meminta waktu perpanjangan misalnya 3 bulan atau 6 bulan kemudian baru kita bayar (Sedapat mungkin dilengkapi dengan semacam surat perjanjian antara anda dan sipenjual).

Selanjutnya setelah kita mendapatkan dokumen persetujuan itu maka kita bisa mulai mencari pembeli sehingga anda tidak perlu mengeluarkan uang / modal sendiri. Dengan tenggang waktu 3 - 6 bulan tersebut maka kita mempunyai cukup waktu untuk mencari pembeli properti.

Bila anda mau, untuk lebih menarik si pemilik untuk tetap “terikat” hanya kepada anda maka anda dapat tambahkan dalam perjanjian bahwa anda juga akan “membagi” komisi yang anda terima sebesar 20 - 30 %. Lho kok besar benar? Kenapa tidak, toh anda tidak mengeluarkan modal apapun dalam bisnis properti ini.


Tips

- Mengenai dokumen properti, anda dapat bekerja sama dengan orang yang berkompeten dengan masalah ini.

- Mengenai pemasaran anda dapat sebarkan lewat teman/kenalan anda, perlu dibuatkan daftar nama yang selalu di diperbaharui atau dengan menggunakan fasilitas internet.

- Sebaiknya dalam bisnis properti ini anda juga dapat membuat kartu nama yang bisa anda bagikan pada saat menawarkan properti yang akan dijual untuk membantu bila orang tersebut ingin menghubungi anda.

Demikianlah sekilas mengenai bisnis properti, semoga dapat membantu anda yang berkeinginan untuk menekuni bisnis properti tanpa modal ini.


Sumber : JimmyKurniaIndradjaya.com



Artikel Lainnya :

Pertumbuhan Investasi Properti

Strategi Untuk Merenovasi Properti

Pilih Lokasi Rumah Dulu, Baru Cari Rumahnya

Untung Ada Asuransi Properti

Unsur Penunjang Fengshui Rumah

Beli Inden Melalui KPR Properti


Related Posts by Categories



0 comments

Ads